BLOG INI PINDAH KE
HTTP://MYFIKR.WORDPRESS.COM
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Oleh Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh Read more »
Filed under: Catatan | Leave a Comment »
Demokrasi adalah suatu paham yang telah berkembang cukup pesat di dunia ini. Di mulai dari peristiwa Revolusi Perancis yang menjadi tonggak awal berkembangnya paham demokrasi ini. Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat atas negara untuk dijalankan pemerintahan negara tersebut. Demokrasi juga dapat diartikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Demokrasi dalam suatu negara biasanya memiliki pengaruh terhadap setiap segmen bidang dalam negara, baik itu ekonomi, politik, maupun budaya. Kita dapat lihat bagaimana negara Amerika Serikat yang menerapkan sistem demokrasi liberal pada bidang politik memiliki pengaruh terhadap bidang ekonomi yaitu liberalisasi. Lain halnya dengan negara lain seperti Indonesia yakni dengan sistem demokrasi Pancasila maka ekonominya pun dibangun atas dasar demokrasi ekonomi Pancasila. Inilah pada dasarnya pengaruh ideologi terhadap sub-sub sistem dalam tatanan kehidupan negara.
Demokrasi saat ini disebut-sebut indikator perkembangan politik suatu negara. Negara yang demokratis diinterpretasikan bahwa negara tersebut telah selangkah menuju arah kemajuan. Ini merupakan stigma yang cukup berkembang di negara-negara dunia ketiga sehingga cukup banyak sekarang negara yang mulai beralih ideologi menuju demokrasi. Yang menarik untuk dibahas yaitu jika demokrasi merupakan salah satu indikator perkembangan suatu negara, bagaimana sebenarnya korelasi antara demokrasi dengan pertumbuhan ekonomi. Mengaitkan ini penting agar di dapat suatu deskripsi mengenai apa prasyarat menuju demokrasi dan apa prasyarat agar negara mengalami pertumbuhan ekonomi.
S.M. Lipset, seorang ahli sosiologi politik Amerika, memberikan perspektif bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan Read more »
Filed under: Catatan | Tagged: ekonomi, pembangunan, politik | Leave a Comment »
Birokrasi, bila mendengar kata itu maka selintas pikiran kita akan tersirat mengenai penyelesaian urusan prosedural administrasi maupun lainnya. Berpindah dari satu meja ke meja lainnya, minta tanda tangan dan lain sebagainya. Sehingga pada saat ini birokrasi terkesan sebagai proses yang melelahkan, ribet maupun menjengkelkan. Sungguh suatu ironi jika birokrasi justru menjadi “tembok penghalang” di tengah fungsinya sebagai jembatan untuk menyelesaikan persoalan.
Konsep birokrasi sebenarnya telah ada sejak lama. Salah satu tokoh yang cukup terkenal akan pemikiran mengenai birokrasi yakni seorang sosiolog dari Jerman, Max Weber. Konsep Birokrasi menurut Weber merupakan organisasi yang berprinsip rasionalitas dengan mengedepankan mekanisme sosial untuk mencapai efisiensi yang maksimum. Weber menekankan akan adanya konsep ideal mengenai birokrasi modern. Konsep ideal birokrasi tersebut dibangun atas prinsp “rasionalitas” yang harus tercermin dalam pembagian tugas/ wewenang yang jelas, perekrutan SDM melalui kualifikasi teknis, dan standarisasi kerja. Ini semua dilakukan supaya Read more »
Filed under: Opini | Leave a Comment »
Desa Kutaja, Sukabumi, Jawa Barat menjadi daerah yang terpilih oleh LKMer’s untuk menjadi objek penyelenggaraan kegiatan Baksospen (Bakti Sosial dan Pendidikan) 2008. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 25-28 Desember, tepatnya di RW 03 ,Desa Kutajaya membawa berbagai pengalaman dan pengetahuan baru di benak masing-masing teman panitia.
Menarik bila kita coba berbagi pengalaman melalui ulasan bagaimana struktur tatanan masyarakat Desa Kutajaya baik itu dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, politik maupun yang lainnya. Dengan mengulas beberapa aspek tadi diharap kita mampu mendapat deskripsi tatanan desa Kutajaya itu sendiri. Bukan hanya mendapat deskripsi mengenai fisik tetapi juga non-fisik. Dalam kesempatan kali ini penulis akan memfokuskan bagaimana sebenarnya aspek budaya yang ada dalam struktur masyarakat Desa Kutajaya.
Dalam Masyarakat Desa Kutajaya, etnis yang dominan merupakan penduduk asli daerah Sukabumi, Jawa Barat. Kebanyakan penduduk tingkat ekonominya pas-pasan walau mungkin ada yang beberapa yang lebih. Di Desa Kutajaya ini nilai-nilai budaya secara mentalitas dapat kita lihat dalam Read more »
Filed under: Catatan | Leave a Comment »
Dalam proses pembangunan masalah yang menjadi fundamental saat ini yaitu masalah moral atau etika pembangunan. Banyak mulai terjadi deviasi dalam arah kebijakan pembangunan di negeri kita akibat terabaikanya masalah ini. Sebagian macamnya yaitu pengangguran dan kemiskinan yang semakin meningkat, masalah pemerataan penduduk yang tak kunjung selesai, kesenjangan antara pusat dan daerah sampai rendahnya kualitas SDM. Kesemuanya ini merupakan masalah ketidakadlian atau ketimpangan baik itu secara sosial maupun ekonomi.
Dasar-dasar yang menjadi acuan dalam pembangunan sering dikesampingkan demi meraup keuntungan yang semu. Dan lebih parah lagi ketika pembangunan Read more »
Filed under: Opini | Tagged: moral, pembangunan | 1 Comment »
Sudah hampir sebulan serangan agresi Israel terhadap Palestina berlangsung. Sudah 1000 jiwa lebih menjadi korban kejahatan kemanusiaan ini. Anak kecil dan wanita tidak dapat tenang dalam menjalani kehidupannya.
Invansi Israel ini merupakan cerita bersambung dari episode ketertindasan rakyat Palestina di tanah sucinya. Tuduh menuduh antara tentara Israel dan Hamas akan siapa dahulu yang memulai konflik paling besar sejak 20 tahun lalu terus berlangsung hingga sekarang. Israel mengklaim Hamas lah yang lebih dahulu menembakkan roket-roketnya ke pemukiman Israel dan begitu sebaliknya.
Proses perdamaian yang diingikan seakan utopia di kalangan Hamas dan Israel. Proses perdamaian selalu kandas di tengah jalan. Secara umum hambatan dalam penyelesaian konflik dua negara ini Read more »
Filed under: Opini | Tagged: israel, konflik, palestina, resolusi 1860 | Leave a Comment »
Krisis ekonomi global yang dampaknya mulai terasa sejak bulan Oktober lalu membawa satu catatan baru di akhir tahun 2008 ini. Kekeringan likuiditas, ambruknya beberapa perusahaan besar serta tingginya angka pemutusan kerja menjadi bingkisan untuk tahun 2009. Kegiatan ekonomi masyrakat mengamali kemerosotan serta inflasi yang tidak menentu membuat beberapa masyarakat menutup sektor ekonomi di tahun ini dengan catatan hitam.
Dampak krisis ekonomi global pun tidak ketinggalan di negeri kita, Indonesia. Anjloknya nilai IHSG serta kurs rupiah merupakan satu dari sekian banyak dampak yang ada. Banyak perusahaan mengalami sepi order dampaknya likuiditas pun berkurang. PHK menjadi solusi yang diambil oleh pihak perusahaan. DI Indonesia ini tercatat sedikitnya 6000 karyawan perusaahaan terancam mengalami PHK. Kemiskinan pun semakin bertambah jumlahnya di negeri yang permai ini.
Jumlah penganggur yang bertambah akibat tak langsung dari krisis ekonomi global membuat pemerintah perlu Read more »
Filed under: Opini | Tagged: ekonomi | Leave a Comment »
Peristiwa aksi teror yang terjadi di Mumbai, India merupkan sebuah coretan hitam terhadap keamanan dan ketertiban dunia. Aksi teror yang melibatkan para militan ini telah mampu merenggut korban jiwa sebanyak 130 orang. Ini mengidentifikasikan bahwa terorisme belumlah berakhir. Aksi terorisme yang mulai menggema pasca peristiwa 11 September telah membuat banyak masyarakat dunia dirundung akan rasa ketakutan. Permasalhan sekarang ini bagaimana solusi dari ini semua. Aksi terorisme yang selama ini berkembang sekarang, semarak disisipi oleh pengatasnamaan “kepentingan” agama. Ini menjadi masalah tersendiri, bagaimana mungkin ajaran agama yang berisi penentraman akan hidup yang damai mengajarkan tindakan buruk seperti ini. Agama yang seharusnya dijadikan sebagai bingkai mengarungi bahtera kehidupan serta merta ternodai oleh aksi terorisme ini. Memang tidak dipungkiri bahwa pelaku dari berbagai tindakan terror selama ini adalah orang-orang yang memiliki pemahaman integritas agama yang cukup baik. Kita lihat saja pelaku pemboman Bali, Amrozi cs, mereka pada dasarnya memiliki kuantitas agama yang baik, seperti hafal Al-Qur’an maupun rajin dalam beribadah. Tetapi persoalannya apakah kuantitas agama itu dilandasi dengan kualitas agama atau pemahaman yang benar. Penitikberatkan proses pendidikan (tarbiyah) yang diterima oleh para pelaku agama itu memang cukup disiplin tetapi sarat akan kesalahan pemahaman agama yang benar.
Untuk itu semua maka yang diperlukan sekarang yaitu pentashfiyahan agama. Proses di mana Read more »
Filed under: Opini | Tagged: agama, islam | Leave a Comment »
Pilihan merupakan sesuatu yang biasa dialami manusia. Ketika ada suatu masalah biasanya kita akan dihadapkan pada pilihan yang tersirat di dalam masalah tersebut. Manusia ketika menghadapi pilihan akan melakukan suatu komparatif urutan atau biasa disebut skala prioritas. Skala prioritas menunjuki urutan pilihan yang kita pilih setelah melalui proses kajian yang komprehensif. Menarik jika kita analogikan proses memilih dengan sebuah keadaan realita masyarakat. Di dalam masyarakat yang kecamuk sosial terus berkembang suatu pilihan merupakan hal yang harus kita lakukan. Pada dasarnya pilihan dalam menghasdapi suatu realita masyarakat dapat terbagi menjadi tiga yakni Read more »
Filed under: Catatan | Tagged: horkheimer, kritis, kuliah, teori | Leave a Comment »