PAHLAWAN!

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan. Ya, itulah sebuah kalimat yang mengandung makna akan esensi pahlawan. Pahlawan merupkan bagian dari sejarah sebuah bangsa. Negara kita yang merupakan negara yang berhasil berdaulat melalui sebuah perjuangan untuk merebut tonggak kemerdekaan dari para kaum kolonial telah banyak melahirkan para pahlawan. Gelar pahlawan telah banyak disematkan kepada berbagai tokoh lokal maupun nasional yang telah berjuang menunutut kemerdekaan. Akan tetapi lebih banyak lagi orang-orang yang tidak digelari pahlawan di negeri kita ini. Pahlawan memang sebuah gelar yang didapat dari sebuah penilaian subyektif maupun juga obyektif yang melingkupnya. Terlepas dari hal itu semua pada saat ini merupakan momentum untuk merenungi kembali nilai-nilai kepahlawanan.

Pada zaman merebut kemerdekaan dahulu semangat antipenjajahan serta kemerdekaan merupkan nilai-nilai yang terpatri di setiap para pahlawan maupun pejuang-pejuang kita. Nilai maupun semangat inilah yang berhasil menyatukan rakyat semua untuk dapat bersatu melawan penjajah. Bung Tomo lewat motivasi orasinya mampu membuat banyak rakyat Surabaya dapat berjuang secara heroik, KH Dewantara berjuang untuk pendidikan bangsa, serta masih banyak lagi refleksi kepahlawanan lainnya. Dampak dari semua hal itu maka buah kepahlawanan tersebut pun dapat dipetik yaitu kemerdekaan. Kepahlawanan memang akan selalu menghaslkan buah, walaupun buah itu dirasakan secara langsung maupun tidak, sekarang maupun esok.

Memasuki era yang arus globalisasi semakin deras justru buah kepahlawanan itu sulit untuk dijaga. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dulu dilupakan begitu saja. Begitu dukanya kita ketika kedaulatan negeri ini mulai terkikis oleh generasi-generasi sekarang ini. Aset-aset bangsa dengan mudahnya digadaikan kepada pihak asing. Dampaknya depedensi negara ini kepada negara lain pun tak dapat dielakkan lagi. Karakter bangsa kita pun sudah jauh terbawa arus globalisasi yang semakin derasnya kearah yang tidak jelasnya. Nilai-nilai universal yang terkandung dalam kemerdekaan seakan hanya merupakan nilai-nilai masa lalu saja. Berdaulat dalam politik, berdikari secara ekonomi serta berkepribadian bangsa dalam budaya yang dicetuskan oleh Soekarno seakan tenggelam dalam bebagai macam kepentingan yang bertebaran.

Persoalan memang pada generasi sekatrang ini. Banyak pahlawan-pahlawan yang belum lahir untuk memperbaiki kondisi kecamuk sosial serta gejolak ekonomi yang ada. Spirit kepahlawanan seakan belum terbit di kalangan kita. Spirit untuk dapat bermanfaat bagi orang lain inilah yang masih jarang terpatri dalam benak kita. Berbagai kepentingan maupun ideologi-ideologi yang bersliweran dan berperang diantara kita seakan terus menenggelamkan kita untuk merenungi spirit kepahlawanan itu sendiri. Hedonis serta pragmatis seakan merupakan sesuatu yang indah dan ideal, serta arus kapitalis merupakan hal yang dapat sangat menguntungkan. Banyak yang suka mentuhankan ego-nya dalam melihat masalah tetapi sedikit sekali jiwa-jiwa rela berkorban yang jarang muncul ke permukaan.

Padahal sebagai kaum “intelektual” kita mampu untuk menjadi bermanfaat. Lewat bidang-bidang ilmu yang kita miliki inilah kita mampu berkontribusi membangkitkan spirit kepahlawanan. Kontribusi melalui kegiatan akademik dan sosial kemasyarakatan secara langsung akan mampu memanen buah-buah kepahlawanan baru. Sebuah buah yang sekarang jarang kita dapatkan. Walaupun berbagai resiko maupun rintangan akan menghalang langkah-langkah ini tapi bukan menjadi suatu masalah. Karena inilah kehidupan pahlawan itu, penuh dengan berbagai resiko yang kompleks.

Advertisements
This entry was posted in Opini and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s