Bersikap Netral !??

Pilihan merupakan sesuatu yang biasa dialami manusia. Ketika ada suatu masalah biasanya kita akan dihadapkan pada pilihan yang tersirat di dalam masalah tersebut. Manusia ketika menghadapi pilihan akan melakukan suatu komparatif urutan atau biasa disebut skala prioritas. Skala prioritas menunjuki urutan pilihan yang kita pilih setelah melalui proses kajian yang komprehensif. Menarik jika kita analogikan proses memilih dengan sebuah keadaan realita masyarakat. Di dalam masyarakat yang kecamuk sosial terus berkembang suatu pilihan merupakan hal yang harus kita lakukan. Pada dasarnya pilihan dalam menghasdapi suatu realita masyarakat dapat terbagi menjadi tiga yakni setuju, tidak setuju dan tidak ambil keputusan alias netral.

Ketika realita sosial terjadi, sebagai contoh masalah penggusuran rumah oleh aparat pemerintah maka individu akan membuat pilihan akan realita tersebut. Pertama, kelompok yang setuju. Di mana mereka ini turut mendukung roda realita yang ada yaitu agar penggusuran terus terjadi. Kedua, tidak setuju. Di mana mereka menentang akan realita yang ada. Mereka merupakan kubu kontra akan program penggusuran yang terjadi. Jadi kubu kontra ini menginginkan realita penggususran berhenti. Terlepas dari dua pilihan tadi maka di sini tidak dipaparkan mengenai kedua kubu ini. Mereka pada dasarnya yang telah membuat pilihan yaitu setuju maupun tidak setuju telah melakukan analisis yang “mungkin” rasional akan kenyataan yang ada. Mereka ini dasarnya telah membuat pilihan yang konkret dan langsung dengan berlandas akan argument yang ada.

Permasalahan sekarang yaitu satu sikap pilihan yaitu netral. Sikap netral pada esensi dasar katanya yaitu tidak berpihak akan dua sesuatu. Netral selalu diasosiasikan akan sikap yang menatap masalah secara berimbang, atau mungkin bisa dikatakan setuju dan tidak setuju. Pertanyaan sskarang apakah benar demikian. Menurut teori tradisional (kajian sosiologis) yang melihat bahwa teori-teori yang ada pada dasarnya mengkonsepkan kalau niali-nilai yang ada berlaku umum, memandang stigma sikap netral seperti yang dijelaskan tadi, berimbang apa adanya. Teori tradisional menganggap bahwa pada dasarnya sikap netral merupakan sikap yang baik demi menjaga harmonisasi struktur-struktur sosial yang ada. Jadi sikap ini merupakan bagian dari pilihan manusia.

Melihat pengertian sikap netral yang dijelaskan oleh teori tradisioal maka pada prkembangan selanjutanya muncul suatu antitesis akan aksioma tersebut. Teori tradisional terus dikaji mengenai metode yang digunakan hingga akhirnya sampai pada titik balik akan gagalnya teori tradisional itu. Teori kritis lahir sebagai sintesis akan teori tradisional yang dianggap tidak memiliki landasan yang kuat. Teori kritis memandang masalah kenetralan ini berbeda dengan teori sebelumnya.

Menurut Horkheimer, salah satu tokoh yang mencetuskan teori kritis memandang sikap netral merupakan sebuah ilusi. Sikap netral dianggap sebagai pensamaran akan sikap setuju. Jadi pada dasarnya sikap netral sama saja membiarkan realita sosial yang ada. Analoginya bisa di lihat sebagai berikut ketika seorang wanita dipukuli oleh suaminya maka akan ada dua persepsi yaitu yang setuju dan tidak setuju. Kedua hal ini telah jelas. Tetapi akan ada pihak yang bersikap netral di sinalah polemik terjadi. Menurut Horkheimer, ketika orang bersikap netral maka dia sama saja membiarkan realita terjadi di mana wanita tadi terus dipukuli hingga luka parah. Maka netral merupakan ilusi yang samar yang menyebakan kita pada dasarnya membiarkan relaita yang ada tetapi dengan topeng kepura-puraan. Sikap netral berarti membiarkan apa yang terjadi alias setuju.

Pertanyaan sekarang apakah netral itu hipokrit…!??

Advertisements
This entry was posted in Catatan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s