MENGGAGAS SOLUSI PRODUKTIF DI ARUS KRISIS

Krisis ekonomi global yang dampaknya mulai terasa sejak bulan Oktober lalu membawa satu catatan baru di akhir tahun 2008 ini. Kekeringan likuiditas, ambruknya beberapa perusahaan besar serta tingginya angka pemutusan kerja menjadi bingkisan untuk tahun 2009. Kegiatan ekonomi masyrakat mengamali kemerosotan serta inflasi yang tidak menentu membuat beberapa masyarakat menutup sektor ekonomi di tahun ini dengan catatan hitam.

Dampak krisis ekonomi global pun tidak ketinggalan di negeri kita, Indonesia. Anjloknya nilai IHSG serta kurs rupiah merupakan satu dari sekian banyak dampak yang ada. Banyak perusahaan mengalami sepi order dampaknya likuiditas pun berkurang. PHK menjadi solusi yang diambil oleh pihak perusahaan. DI Indonesia ini tercatat sedikitnya 6000 karyawan perusaahaan terancam mengalami PHK. Kemiskinan pun semakin bertambah jumlahnya di negeri yang permai ini.

Jumlah penganggur yang bertambah akibat tak langsung dari krisis ekonomi global membuat pemerintah perlu untuk menggagas solusi praktis. Solusi yang mampu membawa terciptanya lapangan pekerjaan baru yang padat karya. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan mengkonsolidasikan usaha bersama perbankan dalam memberikan pinjaman modal usaha yang mudah dan efektif. Pemerintah harus mampu memberikan jaminan keamanan likuiditas kepada perbankan agar mau untuk mengucurkan kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kepada masyarakat yang membutuhkan.

Satu sisi lain masyarakat juga harus berpikir revolusioner guna mendapat pekerjaan. Masyarakat harus diarahkan bukan melulu menjadi dari objek maupun subjuk yang dinomorduakan dalam perusahaan. Masyarakat harus mampu menjadi subjek utamanya. Slah satu solusinya yaitu dengan membuka usaha sendiri. Pwencarian modal usaha kepada instasi perbankan menjadi solusi praktis yang harus dijalankan oleh masyarakat.

Peluang UMKM

Solusi perlunya pemerintah, perbakan serta masyarakat menjadikan sektor UMKM menjadi tumpuan ekonomi di tengah arus krisis ekonomi ini merupakan jalan keluar yang cukup rasional. Belajar dari tahun 1998 ketika ekonomi kita terguncang kita melihat bagaimana sektor moneter di negeri ini berjatuhan. Tetapi tidak dengan sektor real yang dalam hal ini bergerak dalam sektor UMKM. Sektor ini mampu bertahan dengan tetap menjaga likuiditasnya melalui order dari para warga setempat. Keguncangan sektor ekspor kurang mempengaruhi kepada perkembangan UMKM ini.

Sekarang ini maka tidak aneh jika mulai ada beberapa investor asing yang mulai mengalihkan investasinya ke arah sektor UMKM ini. Di Sukabumi investor Korea mulai membangun industri tekstil di daerah setempat. Dengan mempekerjakan beberapa penduduk setempat menjadi buruh pabrik telah membantu dalam membuka lapangan pekerjaan penduduk setempat. Usahanya pun berkembang. Walau krisis gobal menimpa tidak mempengaruhi gerak roda produksinya. Maka ada rencana berkembang untuk memperluas usahanya tersebut ke daerah-daerah lain.

Potret dari sukses dan pentingnya sektor real dalam arus badai krisis ekonomi global memang jarang terangkat ke permukaan. Negeri ini terlalu sibuk mengurusi sektor moneter yang pada asasnya hanya mempunyai pengaruh sekitar 30% terhadap perekonomian warga Indonesia. Maka sekarang pemerintah perlu mencanngakan program pengembangan sektor UMKM ini. PNPM Mandiri memang dirasa satu cara mengembangkan sektor ini dan ini perlu dikembangkan dengan mengevaluasi kontinu program tersebut menjadi lebih baik. BLT bukan solusi karena hanya menjadikan masyarkat peminta dan malas berkreasi. Maka pemerintah perlu menggagas program lain yang lebih mampu berproduktif bagi masyarakat dan sekitarnya.

Advertisements
This entry was posted in Opini and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s